Kamis, 16 April 2020

Berkarya dan Bermanfaat untuk Umat







Menjadi hal sia-sia tentunya jika punya waktu luang namun tak dimanfaatkan untuk kebaikan. Berkarya mungkin sebagian orang berpikir bahwa yang menjadi penyanyi, artis, penulis,dll berkarya yang orientasinya adalah dunia saja. Tapi , sadar akan tujuan hidup membuat pandangan “berkarya” bukan sekedar karya. Berkarya untuk umat lebih tepatnya. Karena kita adalah umat terbaik yang Allah ciptakan di bumi ini.

Allah SWT berfirman:
كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّا سِ تَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَا نَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَ كْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ
"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik." (QS. Ali 'Imran : 110)

Menjadi umat terbaik tentu ada beban tersendiri karena kita sadar akan keterbatasan dan kelemahan kita sebagai manusia. Amanah yang besar yang Allah berikan untuk kita agar kita berpikir bahwa tanpa pertolongannya kita takkan bisa melakukan semuanya. Dalam perkara ini kita diajak untuk tidak menyombongkan atas apa yang telah Allah berikan.

Allah SWT berfirman :
لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰ نَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَ يْتَهٗ خَا شِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ ۗ وَتِلْكَ الْاَ مْثَا لُ نَضْرِبُهَا لِلنَّا سِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
"Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah-belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir." (QS. Al-Hasyr 59: Ayat 21)

Allah ciptakan dunia agar kita selalu beribadah kepada-Nya, melakukan apa-apa sesuai dengan perintah-Nya. Allah juga memerintahkan kita (manusia) untuk berbuat kebaikan, mencegah kemunkaran. Dengan berkarya untuk umat kita sudah melaksanakan perintah Allah tentang dakwah.

Allah SWT berfirman :
ؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ وَ يَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَا رِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
"Mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang saleh." (QS. Ali 'Imran: 114)

Pada zaman Nabi, banyak dulu para sahabat atau shohabiyyah,tabiin, ulama-ulama  yang hidupnya didedikasikan untuk Islam. Dimana semua karyanya bisa kita pelajari hingga saat ini. Jadi, bisa disimpulkan bahwa hidup ini tak melulu soal dunia tapi tentang perjuangan Islam untuk tegaknya peradaban. Kita bisa meneladani bahwa dalam karya untuk umat namun juga sangat baik dalam ibadah.

Sudah saatnya kita berkarya untuk umat, berkarya untuk kebangkitan peradaban Islam. Bermanfaat untuk umat.

#staysafe #stayathome #peradabanIslam #berkaryauntukumat



Senin, 13 April 2020

Melihat Corona dalam Prespektif Akidah



Mewabahnya virus corona ini terjadi beberapa bulan lalu tepatnya di Wuhan,China. Dimana virus ini berasal dari hewan kelelawar yang sering menjadi makanan bagi masyarkat disana. Tak berselang lama virus ini mulai menyebar ke negara-negara seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Dan WHO menyatakan virus ini sebagai pandemi. Di Indonesia virus ini baru masuk pada bulan Maret yang menginfeksi seorang warga Depok bersama dengan anak-anaknya.

Berbagai penyikapan terjadi dari terjadinya panic buying, ketakutan berlebihan, atau bahkan banyak yang menganggap remeh virus ini. Lalu, bagaimana seharusnya seorang muslim menyikapi hal ini?

Yang pertama harus kita tanamkan dalam diri bahwa tidak ada kejadian satupun di dunia ini tanpa seijin Allah SWT, sebagaimana Allah SWT berfirman :
مَاۤ اَصَا بَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْ بِۢا للّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗ وَا للّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
"Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. At-Taghabun 64:  11)

مَاۤ اَصَا بَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَ رْضِ وَلَا فِيْۤ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْـرَاَ هَا ۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ ۖ
"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah." (QS. Al-Hadid 57: 22)
Hal inilah yang harus kita yakini bahwa apa-apa yang ada di alam semesta ini berada dalam genggaman-Nya. Dia Yang Maha Kuasa lagi Maha Menghendaki.

Yang kedua seorang muslim menyikapi wabah ini adalah bertawakal kepada Allah dan menjadikan wabah ini sebagai ladang ibadah dengan sebaik-baiknya. Dengan kita terus bertawakal kepada Allah hati kita akan menjadi tenang dan sikap tenang inilah yang akan memunculkan kesabaran.

قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَـنَاۤ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَـنَا ۚ هُوَ مَوْلٰٮنَا ۚ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
"Katakanlah (Muhammad), Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman." (QS. At-Taubah 9:  51)

Sama halnya dengan kematian , bahwa umur manusia didunia ini tak ada yang mengetahui kecuali Allah SWT. Jika, sudah waktunya maka  tak ada yang dapat menghindari sekalipun ia bersembunyi dari-Nya. Allah SWT berfirman :
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚ فَاِ ذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَئۡخِرُوْنَ سَا عَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
"Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun." (QS. Al-A'raf 7: 34)

وَمَا كَا نَ لِنَفْسٍ اَنْ تَمُوْتَ اِلَّا بِاِ ذْنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًا ۗ وَ مَنْ يُّرِدْ ثَوَا بَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَا ۚ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَا بَ الْاٰ خِرَةِ نُؤْتِهٖ مِنْهَا ۗ وَسَنَجْزِى الشّٰكِرِيْنَ
"Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur."           (QS. Ali 'Imran 3: 145)


 Maka, tidak akan ada yang tahu kapan ini berakhir, kapan ini Allah angkat kecuali Allah sendiri yang menghendaki. Tugas kita adalah banyak memohon ampunan dosa, memperbaiki amalan,dan terus bersabar dan bertawakal tak luput dengan maksimalkan ikhtiar.

Mungkin ini cara Allah menegur manusia. 

#staysafe #stayathome #badaipastiberlalu #tawakal












Berkarya dan Bermanfaat untuk Umat

Menjadi hal sia-sia tentunya jika punya waktu luang namun tak dimanfaatkan untuk kebaikan. Berkarya mungkin sebagian orang berpik...